Jumat, 08 Januari 2010

Ahlan Wa Sahlan

Ahlan Wa Sahlan

Posted using ShareThis

Jumat, 25 Desember 2009

Emas Paling STabil

http://dinaremasku.com/

Disebabkan kelangkaan dan sejumlah keistimewaannya, emas dan perak telah terbukti sepanjang sejarah manusia sebagai alat tukar yang nilainya sangat stabil. Di masa Rasulullah saw hidup, harga satu ekor ayam dewasa adalah sebesar 1 dirham yang di akhir Juli 2008 bila dikurskan sekitar 37.000 rupiah. Dan harga seekor kambing dewasa yang sehat di masa Rasulullah saw adalah sebesar 1 dinar atau sekarang akhir Juli 2008 senilai dengan 1.150.000 rupiah (24 desember 2009 = 1.441.780). Tidak berbeda jauh bukan?

Kestabilan emas ini menjadikannya sebagai patokan nilai mata uang seluruh dunia di masa lalu, sebelum dirusak oleh sistem Dajjal yang dipelopori Amerika Serikat. Sejak dulu negara ini telah berusaha sekuat tenaga menghisap persediaan emas di seluruh dunia agar bisa menjadi penguasa tunggal dan menjadikan negara-negara lainnya sebagai pelayan kepentingannya. Dengan mulai mengkonversi mata uang kita ke dalam emas, maka hal itu saat ini sudah termasuk jihad fii sabilillah yang mampu menghancurkan konspirasi yang digelar musuh-musuh Allah SWT sejak ratusan tahun lalu. (eramuslim digest edisi koleksi 8 hlm. 63)

Selasa, 09 Juni 2009

Wordpress deactivated

Hiks...Melakukan kesalahan...melanggar Term of Service katanya...WP-ku di-deactivated sama yang punya... Gimana ya cara mengembalikannya? Pulangkan WP-ku... Hiks...

Sabtu, 25 April 2009

CHLOROPHYLL

APA ITU K-LIQUID CHLOROPHYLL?

K-Liquid Chlorophyll adalah minuman kesehatan (Herbal Drink) yang bahan utamanya adalah sari klorofil dari daun Alfalfa (Medicago sativa), suatu herbal bernilai nutrisi tinggi.

CHLOROPHYLL diambil dari tumbuhan ALFALFA yang aslinya hanya hidup didaerah Arab yang panas terik(suhu di Arab mencapai 49 *C pada musim panas).

Tumbuhan yang dapat bertahan hidup didaerah gurun harus mempunyai akar yang cukup dalam untuk mencapai kadar air tanah,ALFALFA seperti tumbuhan gurun yang lain membentuk CHLORIPHYLL atau zat hijau daun melalui proses FOTOSINTESA,yaitu mengubah energi sinar matahari menjadi zat hijau daun,Kondisi alam di gurun yang melimpah sinar matahari menyebabkan ALFALFA menjadi sangat efisien dalam proses fotosintesa.

Kenyataan bahwa filosofi akar ALFALFA mampu menembus kedalaman untuk mencapai kadar air dan zat-zat hara jauh didalam tanah padang pasir,dimana air dan zat hara ini tidak diperoleh oleh tumbuhan lain, menjadikan ALFALFA suatu tumbuhan yang paling tinggi dan paling efisien produk kholorofil (zat hijau daun) nya serta mengandung zat gizi lain yang tidak dimiliki oleh tumbuhan lainnya.

KOMPOSISI:
Sari Daun Alfalfa yang mengandung : Sodium, Copper, Chlorophyllin, Vit A, B-Complex, C, E, Calsium, Magnesium, Pospor, Asam Amino, Alpha & Beta Carotine + UIE (Universe Induce Energy).

MANFAAT/KEGUNAAN

  1. Sebagai Anti Oxidant, baik untuk kesehatan mata, paru-paru, lambung, pencernaan dll.
  2. Satu sendok makan K-Liquid Chlorophyll sama dengan 1 Kg sayur.
  3. Memperlancar dan membersihkan darah dari segala bentuk racun dan zat kimia dalam tubuh.
  4. Berfungsi sebagai anti kanker.
  5. Menjaga keseimbangan Hormon dan keasaman dalam tubuh.
  6. Menghalangi pertumbuhan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.
  7. Meningkatkan daya serap nutrisi dan energi.

FUNGSI UTAMA K-LIQUID CHLOROPHYLL:

  1. Cleansing: Membersihkan sistem pencernaan, membersihkan darah, membunuh bakteri, mencegah infeksi dan detoksifikasi.
  2. Balancing: Menyeimbangkan kadar asam dan Alkali di dalam tubuh.
  3. Nourishing: Meregenerasi sel darah merah dan menstimulasi regenerasi sel.

PETUNJUK PEMAKAIAN

  1. Larutkan 1 (satu) sloki/sendok makan dalam segelas air putih.
  2. Untuk anak-anak dibawah umur 12 tahun cukup larutkan 1/2 (setengah) sloki atau 1 (satu) sendok teh K-Liquid Chlorophyll.
  3. Minum 3 (tiga) gelas sehari. (sebelum makan/perut kosong).

KEMASAN:
1 botol isi 500ml Ekstrak Chlorophyll.

Harga per botol: Rp 140.000 (500 ml, untuk 1-2 bulan)

Untuk pemesanan, silakan kririm pesan ke e-mail: wapresma@gmail.com

Bekam dan Pijat Refleksi

Seingat saya, pertama kali bekam saat tingkat 2 di Diploma III STAN. Sejak saat itu, saya bisa dikatakan rutin mendatangi tempat bekam di pondok safari. Saya merasakan manfaat dari bekam, sebelum dan sesudah bekam memang sangat berbeda sekali rasanya di tubuh ini, terasa lebih segar, bahkan hanya beberapa saat setelah dibekam. Biasanya saya minta di bekam di titik kesehatan (ada 3 titik) dan di titik racun (ada 2 titik). Kalo lagi pusing, biasanya ditambah dengan di titik pelipis. Subhaanallah, hasilnya memang terasa. Beginilah kalau memang disunnahkan oleh Rasulullah saw, pasti insya Allah bermanfaat.

Sedangkan pijat refleksi, saya pertama kali saat di tingkat matrikulasi STAN. Awal tahu tempat refleksi yaitu pada waktu magang di kantor pusat BPK, sering melewati jalan menuju stasiun Pondok Ranji. Dan ketika kembali bersekolah, saya jadi inget pernah lihat tempat refleksi itu. Awalnya cuma penasaran pengen nyoba, kayaknya enak kalo dipijet. Meluncurlah saya ke tempat bekam di daerah Pondok Ranji Bintaro. Alhamdulillah saya juga merasakan manfaat dari dipijet refleksi ini. Badan jadi segar, walau setelah dipijet biasanya jadi lemes dan bawaannya pengen tidur. Tapi keesokan harinya, badan terasa segar. Apalagi dibawa untuk olahraga, insya Allah menyehatkan.

Nah, sekarang, setelah menikah dan bertempat tinggal di Utan kayu, sehingga menuntut saya untuk pergi pulang Utan kayu-Bintaro, saya mencoba untuk merutinkan bekam dan refleksi, sebulan sekali. Sebagai salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan, di samping minum suplemen, seperti: habatus sauda, madu, sari kurma, chlorophyll, dan jahe merah. Alhamdulillah kesehatan terjaga, meski beberapa kali sakit. Sakit juga kita perlukan, sebagai sarana mengistirahatkan tubuh, sarana untuk lebih ingat pada Allah, dan lebih bersyukur atas karunia sehat yang Allah berikan.

Ada dua nikmat Allah yang sering kali dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan nikmat memiliki waktu luang. Semoga Allah menolong kita agar dapat bersyukur atas nikmat-nikmatNya.

also posted at: www. dinoyudha.wordpress.com and www.dinoyudha.multiply.com

Kamis, 15 Januari 2009

Mulai Berbisnis Online

Bismillahirrohmaanirrohiim
Awalnya, saya sempat tahu tentang bisnis online ini saat saya PKL di Semarang tahun 2007. Saat itu saya mendapat informasinya dari googling -searching di mbah google-. Kemudian beberapa hari sempat baca-baca artikel dan informasi terkait bisnis online. Saya tertarik. Namun ada satu hal yang saya masih ragukan, yaitu mengenai kehalalan bisnis ini. Saya mencoba cari tahu, dan ternyata ada bisnis online yang halal dan ada juga yang haram. Namun keraguan masih belum hilang juga, hingga akhirnya saya lupa akan ketertarikan saya pada bisnis online itu.

Kemudian, belakangan ini saya kembali tertarik untuk mencari tahu tentang bisnis online, karena alhamdulillah, saya diamanahi oleh Allah untuk memiliki koneksi internet sendiri di rumah, jadi memudahkan saya untuk mencari informasi ini kapan saja di rumah (kalo waktu sholat ya sholat...)... Banyak situs yang menawarkan berbagai hal tentang bisnis online yang mereka ketahui dan miliki, tentunya ada harga yang harus dibayar. Hingga akhirnya, saya sampai pada situsnya "dek" Haryo Prabowo, seorang internet marketer muda.

Kemudian saya teliti mekanisme bisnisnya, insya Allah yang dia lakukan halal secara syariah, insya Allah, karena yang dia lakukan adalah menjual barang berupa ilmu dan saya membelinya. Alhamdulillah, kemarin saya membelinya, dan sekarang sedang dalam tahap belajar. Kalau teman-teman ingin belajar bareng, bisa baca informasi lebih lanjut di sini. Yuk belajar bersama, dan insya Allah bisa menghasilkan uang tambahan, agar bisa lebih banyak berinfak dan berzakat.

Selasa, 17 Juli 2007

Ponsel di Pesawat? OK Saja (di Eropa)


Itulah peringatan yang kini selalu kita dengar setiap kali masuk ke pesawat terbang. Seperti juga kita baca di majalah Garuda Indonesia, ada alasan kuat mengapa awak pesawat selalu mengingatkan penumpang agar mematikan telepon seluler saat di dalam kabin pesawat.
Menurut penjelasan Garuda, dan juga maskapai penerbangan pada umumnya, pesawat terbang modern banyak sekali bergantung pada gelombang radio untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk komunikasi dengan menara kontrol dan navigasi. Interferensi gelombang radio yang berasal dari telepon seluler (ponsel) dapat mengacaukan fungsi-fungsi ini.
Pengguna ponsel mungkin tidak menyadari bahwa dalam keadaan standby pun ponsel tetap memancarkan sinyal elektromagnetik yang memberi tahu komputer di jaringan seluler bahwa ponsel dalam keadaan aktif, dan oleh karena itu dapat dihubungi. Sinyal semakin kuat ketika pemancar di base transceiver station (BTS) berkomunikasi dengan ponsel untuk menyampaikan panggilan ataupun mengirimkan pesan singkat SMS.
Padahal, setelah pesawat tinggal landas dan mendekati ketinggian jelajah, ponsel tidak dapat berfungsi karena jarak dari BTS ke pesawat terlalu jauh dan pesawat bergerak terlalu cepat. Karena itu, sebelum terdeteksi dan terdaftar di salah satu sel jaringan seluler, ponsel sudah meninggalkan sel tersebut. Pada sisi lain, ponsel terus saja memancarkan sinyal elektromagnetik yang berisiko mengganggu berbagai peralatan penerbangan.
Atas dasar itu, demi keselamatan penumpang, Anda diwajibkan mematikan ponsel begitu memasuki kabin pesawat.
Sudah OK di Eropa
Namun, apa yang masih umum dipraktikkan di maskapai penerbangan kini sudah akan dianulir di Eropa. Airbus, seperti dilaporkan Thomas Crampton (IHT, 21/6), mengumumkan regulator Eropa sudah memperbolehkan penggunaan ponsel dan peralatan BlackBerry (yang banyak digunakan untuk mengirim dan menerima e-mail) untuk penumpang udara.
Dengan persetujuan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa, mulai bulan September nanti penumpang pesawat Airbus, yang dilengkapi dengan sistem OnAir, bisa mengirim dan menerima panggilan telepon, pesan teks singkat (SMS) dan e-mail ketika terbang pada ketinggian di atas 9.800 kaki (2.987 meter).
Pesawat pertama yang akan beroperasi dengan sistem ini boleh jadi adalah pesawat jarak pendek Airbus A318 yang dioperasikan oleh Air France. Maskapai Inggris BMI, maskapai Portugal TAP, dan maskapai tarif murah Ryanair juga telah menandatangani kesepakatan untuk menyediakan layanan OnAir, yang dikembangkan bersama oleh Airbus dan SITA, sebuah perusahaan layanan komunikasi.
Namun, perlu ditegaskan bahwa regulasi ini berlaku hanya di Uni Eropa. Masih dibutuhkan waktu sebelum perubahan bisa dilakukan di tempat lain.
Menurut Graham Lake, Chief Commercial Officer OnAir, tarif percakapan ponsel di pesawat diperkirakan 2,5 dollar AS per menit dan 50 sen dollar per SMS.
Seperti diuraikan oleh Lake, roaming (penjelajahan) tidak lagi antarnegara, tetapi penjelajahan udara. Telepon akan diteruskan via satelit dan diturunkan ke jaringan GSM.
25 persen masih hidup
Persetujuan penggunaan ponsel di pesawat di Eropa ini memang bertentangan dengan pelarangan tegas yang diterapkan oleh maskapai penerbangan. Namun, tampaknya ada fakta lain yang dijadikan landasan untuk mengubah situasi. Studi OnAir menemukan fakta bahwa 10-25 persen penumpang dan awak kabin tidak mematikan ponsel mereka di dalam kabin meskipun sudah diberi peringatan tegas.
"Kalau memang ponsel tidak aman di pesawat, mestinya sudah ada banyak kecelakaan," ujar Lake.
Atas dasar itu ia menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel (di pesawat) lebih merupakan (soal) kultur daripada keselamatan. Walaupun ada orang yang tidak sungkan-sungkan menelepon dengan didengar banyak orang, sebenarnya ada banyak orang yang keberatan kalau lingkungan sekitar berisik karena orang menelepon keras-keras. OnAir mengantisipasi akan sulit mengubah keadaan di negara-negara yang penentangannya sangat kuat terhadap penggunaan ponsel di pesawat.
Salah satu argumen yang digunakan OnAir untuk memperoleh persetujuan adalah bahwa ponsel yang (secara tak sengaja) dibiarkan aktif oleh penumpang akan meningkatkan sinyal output yang berpotensi mengganggu frekuensi radio saat berada di luar jaringan seluler.
Kerisauan lain
Penggunaan sistem OnAir dibatasi hanya untuk ketinggian di atas 3.000 meter, yang dicapai sekitar empat menit setelah tinggal landas, dan bisa terus digunakan hingga 10 menit sebelum pendaratan. Namun, ini lebih terkait dengan operasi operator, yang mengkhawatirkan muncul gangguan bila satu panggilan telepon dari udara ditangkap oleh sejumlah menara seluler di darat.
Isu lain yang juga muncul sehubungan dengan rencana penggunaan ponsel di pesawat adalah privasi. Sejauh ini orang merasa bahwa satu-satunya lingkungan yang masih ada agar terbebas dari ponsel adalah di pesawat. Menanggapi kekhawatiran ini, Lake yakin bahwa etiket masih akan ada ketika orang menelepon di pesawat. Ia meminta maskapai penerbangan bisa menegaskan perlunya perilaku menghormati dari pengguna.
Namun, masalah tidak berhenti di situ karena ada perbedaan kebiasaan di masing-masing suku bangsa. Ada yang masih menganggap sopan untuk menaruh ponsel di atas meja saat rapat dan menjawabnya saat ponsel berdering, sementara hal semacam itu tak sopan di Inggris.
Untungnya ada mekanisme untuk mengendalikan situasi. Misalnya, manakala diperlukan, layanan yang bisa disediakan hanya untuk kirim dan terima SMS dan maskapai penerbangan bisa menutup layanan penerimaan telepon pada penerbangan jarak jauh di malam hari.
Bagi pengguna laptop, sistem ini menyediakan pula layanan WiFi kecepatan tinggi di pesawat, dengan kecepatan serupa dengan yang ada di kantor atau rumah.
Sekadar catatan, penyediaan layanan konektivitas di udara seperti yang akan disediakan oleh OnAir ini sebenarnya bukan yang pertama. Pesaing Airbus, yaitu Boeing, sebelum ini pernah menyediakan layanan Internet Connexxion, tetapi belum lama ini ditutup karena penumpang kurang berminat sehingga kurang pemasukan.
Penyediaan layanan ponsel di pesawat pun masih menyisakan sejumlah masalah. Namun, perusahaan seperti OnAir tidak mau berhenti dalam situasi status quo, yaitu saat penumpang yang berada dalam penerbangan tak mendapat kemudahan komunikasi, yang—apa pun latar belakangnya—memang acap sulit ditinggalkan.


ShoutMix chat widget